Kenaikan berat badan terjadi bila kita mengonsumsi
lebih banyak kalori daripada jumlah yang dibutuhkan setiap hari.
Kelebihan kalori inilah yang tersimpan dalam tubuh dan
menjadi lemak.
Salah satu faktor pemicu kegemukan adalah faktor
genetik atau keturunan, Selain itu
- faktor lingkungan :
Perilaku dan pola gaya hidup.
- faktor psikis
"Misalnya orang yang sedang mengalami stres dan
melampiaskan emosi dengan makan tanpa batas,"
Cara
mengukur
Jumlah lemak tubuh yang normal untuk pria dewasa
berkisar 10-20% dari berat badannya, dan untuk perempuan dewasa sekitar 25%.
Untuk mengetahui dengan cepat apakah kita menyimpan
lemak berlebih, cobalah mencubit daging di perut kita tepat di atas pusar.
Bila jarak antara ibu jari dengan telunjuk lebih dari
2,5 cm, maka Anda termasuk obesitas.
Atau, untuk menentukan apakah mengalami besar di
sekitar perut, ukur lingkar pinggang dengan mencari titik tertinggi di tulang
pinggang, lalu ukur lebarnya.
Seorang pria yang berlingkar pinggang lebih dari 102 cm
(Indonesia 90 cm) dan perempuan lebih dari 88 cm (Indonesia 80 cm), menunjukkan
faktor risiko tinggi kena penyakit.
Apalagi, bila IMT-nya (Indeks Masa Tubuh) adalah 25
atau lebih.
Di sekitar perut inilah, lokasi dari sebagian besar
lemak yang tersimpan pada tubuh.
Orang yang besar di bagian pinggang dan perut sering
disebut obesitas tipe "apel", sedangkan pada tipe "pir"
lemak berkumpul di bawah pinggang, sekitar pinggul dan paha.
Dengan lemak berkumpul di sekitar pinggang, obesitas
tipe "apel" berisiko lebih tinggi terkena hipertensi dan penyakit
lainnya seperti diabetes, jantung koroner, dan stroke. Hal ini dimungkinkan
karena lemak di rongga perut lebih mudah diuraikan, sehingga menumpuk di
arteri.
Lemak yang menumpuk di rongga perut ternyata lebih
berbahaya daripada lemak di bagian bokong atau paha. Pasalnya, lemak di perut
memiliki sel-sel lemak yang lebih besar, sehingga terjadi penumpukan lemak yang
berlebihan di jaringan adiposa, dan akhirnya menghasilkan protein berbahaya.
✒️Dr. Samuel oentoro sp.gizi klinik
#artikelumumBikum #giziBikum #Obesitasdewasa
Silahkan Share Ke Sosial Media Anda :)